Minggu, 02 Januari 2011

Kenabian Terakhir


KENABIAN TERAKHIR

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu (QS. 33 : 40)

Khatam = mengakhiri atau menutup disamping itu juga mempunyai arti tambahan yaitu “cap/stempel” yang dengan itulah sebuah surat diakhiri

Atau adakah mereka mempunyai tuhan-tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami. Tuhan-tuhan itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami itu? (QS 2 : 143)

Jadi tidak mungkin ada nabi lagi setelahnya karena umat islam adalah umat yang sempurna dan mustahil ada umat lagi setelahnya.

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (QS. 15 : 9)

Ayat ini tidak hanya menjelaskan kepemeliharaan alquran saja sebagai teks suci, akan tetapi juga terpelihara secara maknawi bahwa alquran akan terpelihara terus di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Nabi Isa as mengabarkan kedatangan nabi terakhir

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata “ (QS. 61 : 6)

ILMU DAN AKAL SEBAGAI PENGGANTI KENABIAN TABLIG

Banyak ayat yang menggunakan masdar “khatm” berarti penutup

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat (QS. 2 : 6-7)

Dan di surat yasin

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36 : 65)

Mereka menyebut cincin dengan kata “khatam” dikarenakan pada masa itu cincin memiliki 2 fungsi , yakni juga digunakan sebagai stempel, berbagai istilah yang ada pada riwayat dan hadist, cincin itu sebagai stempel yang menggambarkan berakhirnya dan penutupan sebuah surat.

Tetapi kenapa syariat yang datang bentuknya bermacam-macam syariat Nuh as,Ibrahim as,Musa as,Isa as dan islam ? jika syariat dan undan-undang ilahi itu terdapat nasikh-mansukh penghapus dan yang terhapus dan mengalami perubahan-perubahan . pasti perubahan itu sesuai dengan tuntutan zaman dan tidak ada alas an lain maka tatkala situasi dan kondisi kehidupan manusia mengalami perubahan kondisi sosial,ekonomi,politik,ilmu pengetahuan dan kebudayaan manusia mengalami perubahan , maka dikarenakan hal itulah allah swt merubah berbagai undang-undang yang telah diberikan kepada manusia, lalu kenapa syariat itu mesti berakhir ? sedangkan waktu dan masa selalu mengalami perubahan. Dan kenapa juga kenabian juga berakhir ?

HUKUM BERTOLAK BELAKANG ANTARA PETUNJUK NALURI DAN PETUNJUK AKAL

Para nabi pada zaman dahulu, berada dalam kondisi dimana akal dan ilmu masyarakat yang hidup pada zaman itu belum mampu untuk menyampaikan syariat, yakni manusia yang hidup pada beberapa ribu tahun yang lalu mereka mendekati binatang yang rendah buas dan liar. Maka cara mebimbing mereka adalah melalui wahyu. Pada masa itu akal dan ilmu manusia masih belum memiliki kemampuan. Dan ketika manusia benar-benar telah mencapai suatu derajat dan dengan demikian tidak lagi diperlukan para nabi yang bertugas menyampaikan dan menjelaskan syariat kepada mereka. Tidak adanya nabi setelah islam merupakan bukti kesempurnaan islam dan kesempurnaan manusia yakni ulama dan fukaha sebagai pengganti para nabi

Referensi

Kenabian terakhir. Murtadha muthahari

0 komentar to “Kenabian Terakhir”

Posting Komentar

Five-Star Ratings Control

 

Levi Yamani Copyright © 2011 -- Template created by O Pregador -- Powered by Blogger